Pemprov DKI dan Perumnas Resmikan “Groundbreaking” Rusunami Cengkareng

Dalam mewujudkan program sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Perumnas akan membangun rumah susun sederhana milik (Rusunami) di kawasan Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

Hari ini, Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat dan Direktur Utama Perumnas, Himawan Arief Sugoto melakukan peresmian peletakan batu pertama atau groundbreaking Rusunami Cluster A8 Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

Rusunami ini dibangun diatas lahan milik Perumnas dengan luas 4,97 hektar dengan lima blok rusunami, yaitu blok Wakatobi, Derawan, Samosir, Raja Ampat dan Bunaken. Dari lima blok tersebut, akan terbangun 18 tower yang masing-masing tower ada 24 lantai.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan pembangunan rusunami merupakan tanggung jawab dari Perumnas. Sedangkan Pemprov DKI memiliki tanggung jawab untuk membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

“Tadi sudah dijelaskan bahwa obsesi Pak Jokowi adalah membangun sejuta rumah di Indonesia. Nah untuk mewujudkan itu kita membangun rusunami dan rusunawa. Kalau rusunami jadi tanggung jawab Perumnas sedangkan kami akan membangun rusunawa,” kata Djarot saat memberikan sambutan dalam acara Groundbreaking Pencanangan Program Sejuta Rumah Untuk Rakyat di Lokasi Rusunami Cluster A8 Perumnas Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (29/4).

Hingga tahun ini, lanjutnya, Pemprov DKI telah berhasil membangun 14 ribu unit Rusunawa di delapan lokasi. Tahun ini, Pemprov DKI menargetkan akan membangun 2.443 unit Rusunawa bagi warga tidak mampu.

Menurutnya, Pemprov DKI akan fokus membangun rusunawa karena bisa membangun setinggi 16 lantai. Dengan begitu, kata dia, diharapkan bisa menyediakan tingkat hunian yang layak dan bagus bagi masyarakat Jakarta.

“Kita berharap bisa menyediakan tingkat hunian yang layak dan bagus bagi masyarakat Jakarta, supaya saudara-saudara kita yang menempati hunian tidak layak itu bisa kita pindahkan ke rusunawa. Apabila ekonomi mereka sudah membaik, maka mereka bisa naik kelas, kita harapkan mereka pindah ke rusunami,” ujarnya.

Dengan adanya rakyat yang naik kelas menjadi penghuni rusunami, maka rusunawa yang kosong ditinggalkan dapat diisi oleh warga Jakarta lainnya yang membutuhkan.

“Itu konsepnya. Rusunawa menjadi batu loncatan bagi warga Jakarta untuk naik kelas ke rusunami. Makanya kita harus berbarengan membangun rusunami dan rusunawa,” terangnya.

Bagi warga yang akan pindah dari rusunawa ke rusunami, mantan Wali Kota Blitar ini menegaskan, pemerintah juga harus memberikan kemudahan dan keringanan administrasi, khususnya perbankan.

“Dengan cara itu, tidak akan memberatkan mereka. Ini yang kita harapkan. Kita tahu ini lokasi yang cukup mahal. Dibangun rusumani harganya kalau bisa dibawa Rp 300 juta, tapi kalau dibangun apartemen harganya bisa Rp 1 miliar. Dengan keringanan administrasi warga bisa menikmati rusunami dengan standar apartemen,” paparnya.

Direktur Utama Perumnas, Himawan Arief Sugoto mengatakan pembangunan Rusunami Cluster A8 Cengkareng sudah direncanakan cukup lama. Yakni diatas lahan 4,97 hektar akan dibangun 5.453 hunian beserta fasilitas pendukung lainnya.

“Bersamaan dengan pencanangan sejuta rumah, Perumnas juga melakukan pembangunan secara bersamaan di delapan wilayah lainnya di Indonesia, baik pembangunan rusun maupun rumah tapak,” kata Himawan.

Melalu kerja sama antara Pemprov DKI dengan Perumnas, dia mengharapkan masalah perizinan akan dapat berjalan lebih lancar. Sehingga proses pembangunan rusun di Jakarta dapat segera dilakukan.

Pada tahun ini, Perumnas merencanakan program pembangunan rumah sebanyak 33.500 unit dalam bentuk rusun dan rumah sederhana tapak.

“Komitment kami dalam mendukung program sejuta rumah adalah dengan mengubah misi kami. Dari pembangunan apartemen komersial menjadi pembangunan rusunami. Dan ini adalah salah satu program komitmen kami,” ungkapnya.

Lenny Tristia Tambun/FER

Artikel asli: http://www.beritasatu.com/pelayanan-publik/269843-pemprov-dki-dan-perumnas-resmikan-groundbreaking-rusunami-cengkareng.html